Jogja – Senyum haru terpancar dari wajah Khalifatur Aflah saat menceritakan momen dirinya berhasil mewakili Indonesia dalam kompetisi Harvard World Model United Nations (MUN) 2024.
Kenangan ajang kompetisi Internadional tersebut hingga saat ini masih membekas di ingatan Pemuda yang akrab disapa dengan panggilan Fatur.
Bangga dan bahagia dirasakan Fatur ketika dirinya ditunjuk, dan dipercayakan menjadi delegasi Indonesia pada kompetensi yang berlangsung dari 8 Oktober hingga 16 Oktober 2024, di Taipei International Convention Center (TICC), Taipei, Taiwan.
Anak pertama dari pasangan Rasyid (Ayah) dan Hj Amalia (Ibu) ini menceritakan, saat itu dirinya masih berstatus sebagai Mahasiswa Teknik Perminyakan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
Pada ajang itu, Fatur bertugas sebagai delegasi Indonesia dalam komite SOCHUM dengan topik Krisis Kemanusiaan.
“Kami mendebatkan cara penanggulangan krisis kemanusiaan & pengungsi di daerah konflik Timur Tengah dan Ukraina,” ungkap Fatur, ditemui Minggu (29/12/2024).
Bagi Fatur, ajang itu merupakan pengalaman istimewa karena bisa bersaing di kancah internasional dengan ratusan delegasi dari negara lainnya.
Ia berharap, apa yang telah diraihnya itu bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.
“Hal ini menjadi pengalaman istimewa bagi saya,” katanya.
Harvard World Model United Nation (MUN) merupakan ajang bergengsi bertaraf internasional yang menghimpun delegasi dari berbagai negara untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui partisipasi dalam debat, serta diskusi menantang terkait permasalahan global.
Ajang ini dikenal sebagai olimpiade terbesar untuk kegiatan MUN tingkat internasional dan sebagai simulasi Sidang PBB yang diikuti mahasiswa dari 110 negara. Harvard WorldMUN juga ajang mengasah berbagai aspek seperti kepemimpinan, berpikir kritis, dan diplomasi, serta pemecahan masalah global.
Selain itu, ajang ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa di seluruh dunia untuk dapat membangun relasi internasional.







































































