Batauga – Momentum 25 November merupakan waktu yang paling dinanti para Pahlawan tanpa tanda jasa di tanah air. Alasannya, hari itu merupakan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Berbagai kegiatan turut diselenggarakan dalam menyambut hari bersejarah ini. Namun beda daerah beda pula cara merayakannya.
Di Kabupaten Buton Selatan sendiri, semangat menyambut HGN dan HUT PGRI ke 79 ditandai dengan sejumlah gelaran kejuaran antar siswa.
Puncaknya, Pemda setempat menyelenggarakan upacara bendera di lapangan SMPN 1 Batauga pada Senin, (25/11/2024).
Dari kegiatan ini, semangat juang para tenaga pendidik di Busel makin terlihat dengan jelas. Sedari pagi mereka sudah berdatangan ke lokasi kegiatan dengan menggunakan sejumlah alat transportasi.
Diantara mereka, nampak ada yang menggunakan moda transportasi laut. Ya benar, alasannya tempat mereka bertugas berada dipulau berseberangan dengan Ibukota Buton Selatan, lebih tepatnya dipisahkan lautan. Seperti Kecamatan Kadatua, Siompu dan Batu Atas.
Kendati harus mendapatkan sedikit goncangan ombak untuk sampai ke Lokasi kegiatan, namun mereka tetap semangat menghadiri upacara. Senyum sumringah nampak jelas dari wajah para pendidik anak bangsa ini.
Hal itu sontak membuat Pj Bupati Buton Selatan, Ridwan Badallah yang memimpin upacara pada hari itu menjadi terpukau. Ia pun mengapresiasi semangat para guru dan Dinas Pendidikan Busel yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Dalam kesempatannya, Pj Bupati Buton Selatan, Ridwan Badallah membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Ia mengatakan peringatan hari guru dengan tema Guru Hebat Indonesia Kuat memiliki tiga makna.
Pertama, merupakan penegasan tentang arti dan kedudukan penting para guru. Dimana sesuai Undang-undang Guru dan Dosen nomor 14/2005, guru adalah pendidik profesional yang bertugas mengajar, mendidik, membimbing, dan menilai hasil belajar para murid.
Kedua, guru tidak hanya berperan sebagai agen pembelajaran, tetapi juga agen peradaban. Para guru berperan mendidik para murid sehingga memiliki kecerdasan, keterampilan, dan karakter yang mulia.
Ketiga, guru menentukan kualitas sumber daya manusia, generasi bangsa yang melanjutkan perjuangan dan bertanggung jawab memajukan bangsa dan negara.
“Guru yang hebat menentukan kualitas pembelajaran, kualitas lulusan, dan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, sejalan dengan visi pendidikan bermutu untuk semua, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus berusaha meningkatkan kualitas para guru melalui tiga program prioritas.
Diantaranya, pemenuhan kualifikasi guru. Terdapat ratusan ribu guru yang belum berpendidikan Diploma IV atau Strata 1. Sehingga Secara bertahap, kementerian berusaha memberikan kesempatan bagi para guru untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang pendidikan D-IV/S-1.
Kemudian yang kedua yaitu meningkatkan kompetensi guru tidak terbatas pada kompetensi akademik, pedagogik, moral, dan sosial tetapi juga kewirausahaan, dan kepemimpinan melalui berbagai pelatihan.
“Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter dan akhlak mulia, kementerian mulai memberikan pelatihan bimbingan konseling dan pendidikan nilai bagi para guru kelas dan guru bidang studi,” katanya.
Ketiga, kementerian berusaha meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi baik bagi guru ASN PNS dan PPPK, maupun non-ASN. Dengan peningkatan kesejahteraan, para guru diharapkan dapat meningkatkan dedikasi dan kualitas pembelajaran. Kementerian juga berusaha menjamin keamanan para guru agar dapat bekerja dengan tenang dan terbebas dari segala bentuk intimidasi dan tindakan kekerasan oleh siapapun.
Ridwan Badallah menambahkan peran guru sangat vital dalam membangun generasi muda penerus bangsa. Siswa yang ada saat ini akan menjadi pionir pengganti pejabat yang ada sekarang. Ya tentunya itu ada campur tangan dari guru.
“Penyelenggaraan kegiatan ini dapat dimaknai bahwa pendidikan itu sangat penting dalam membangun generasi kita menjadi kuat, berdaya saing tinggi dan beratitude, ” katanya, ditemui usai upacara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Buton Selatan La Hardin, mengatakan pihaknya akan terus berupaya membenahi kemudian meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana pradana pendukung Pendidikan termasuk literasi.

“Kami baru mengembangkan numerasi. Di tahun 2024, pada numerasi ini kamibina 72 siswa ditambah juga dengan gurunya kami sudah melakukan pembinaan dan pelatihannya itu berada di Baubau. Tahun depan kami akan tingkatkan lagi, ” katanya.
Kedepan Ia berharap tidak ada lagi perlakuan diskriminasi terhadap guru yang memberikan Pendidikan terhadap murid. “Termasuk tindakan politis, sehingga menjadi korban adalah guru, ” katanya, usai upacara.
Diketahui, pada upacara tersebut sekaligus diselingi dengan penampilan tarian khas daerah Buton dari pelajar Kabupaten Busel. Selain itu juga pemberian Piagam penghargaan kepada siswa peraih juara english contest 2024 se Buton Selatan yang digelar dalam rangka HUT PGRI dan HGN.







































































