Batauga – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan melalui Dinas Pendidikan Buton Selatan bakal memberikan bantuan pakaian seragam gratis bagi pelajar di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Buton Selatan, Hardin, SPd., MM mengatakan, bantuan seragam sekolah sekolah tersebut menyasar 653 pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) yang tersebar di tujuh Kecamatan di Busel.
“Rincainnya itu, 186 siswa SMP dan 467 murid SD. Setiap siswa mendapat 1 paket bantuan berupa seragam sekolah, tas dan alat tulis. Kalau dirupiahkan besarannya sekitar Rp 800 ribu atau Rp 900 ribu per siswa, ” ungkapnya.
Hardin menyebutkan pelajar yang berhak menerima bantuan ini merupakan peserta didik dengan kondisi yatim, piatu, yatim piatu, orang tuanya bercerai, disabilitas dan orangtuanya cacat permanen.
Menurut rencana, bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut akan disalurkan pada Juni atau Juli 2025.
Hardin menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan. Sekaligus juga untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga para siswa.
“Kami dari Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi pemberian bantuan ini. Apalagi program ini baru pertama kali dilakukan Dinas Pendidikan semenjak Busel mekar, ” akunya.
Dia berharap bantuan ini dapat berkelanjutan, dan menyentuh seluruh peserta didik di Busel. Tidak hanya sebatas siswa yang masuk dalam kriteria saat ini, melainkan seluruh siswa dapat tersentuh, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di Busel.
Kegiatan pemberian bantuan ini mendapat tanggapan positif dari sejumlah Kepala Sekolah di Buton Selatan. Diantaranya Kepala SDN 1 Masiri, Jalaludin yang menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.
Ditempat berbeda, Kepala SDN 1 Poogalampa, Amran mengatakan pihaknya telah mengirimkan enam nama siswa untuk memperoleh bantuan tersebut.
Kemudian Kepala SDN 1 Laompo, Rosdiana mengatakan mayoritas nama muridnya yang diusulkan didominasi siswa yang orang tuanya yang telah meninggal dunia.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Majapahit, Sariyanti dan Kepala SDN 2 Laompo, La Noni berharap dengan bantuan ini siswanya dapat meningkatkan semangat belajar dan siswa terus bersekolah.







































































