Baubau – Warga Baubau terkejut dengan penemuan setangkai bunga bangkai yang tumbuh di area kompleks pemakaman keluarga Istana Kamali Baadia, Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Bunga tersebut pertamakali ditemukan oleh La Ode Muhammad Rauda Manarfa (39), Jum’at (23/11/2024) sore, yang saat itu tengah berziarah dimakam kedua orang tuanya.
Dia mengatakan, letak bunga itu tidak jauh dari makam orang tuanya di kompleks pemakaman keluarga Istana Kamali Baadia. Saat ditemukan, kondisi bunga dalam keadaan dikelilingi lalat dan mengeluarkan aroma menyengat.
“Saya temukan bunga ini kemarin sore selepas berziarah ke makamnya mamaku dan bapaku. Saya melihat bunga ini terletak di Samping pohon Rapo-Rapo pada kompleks pemakaman Keluarga di Istana Kamali Baadia tampak berada di depan makam,” ungkapnya.
Menurutnya, hingga kini kondisi bunga tersebut tampak tumbuh dengan baik di lokasi dekat pemakaman dan belum dijamah.
“Saya belum laporkan kepada pihak terkait. Saya berharap masyarakat yang menyaksikannya perlu melestarikan bunga tersebut, karena bunga ini langka sekalipun aromanya tidak sedap tetapi mekarnya bunga ini hanya berlangsung dalam waktu beberapa hari saja. Olehnya kesempatan menyaksikan bunga tersebut tidak akan berlangsung setiap hari, ” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Baubau, La Ode Kaida melalui Staf Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Baubau Saldi, mengatakan, bunga tersebut memang termasuk keluarga bunga bangkai, namun bukan jenis yang terancam punah.
Dijelaskan, menurut kamus BKSDA, bunga tersebut bernama latin Armophopallus paeoniifolius atau Suweg. Spesies ini masih banyak ditemukan dilapangan, beda halnya dengan amorphophallus titanium yang masuk kategori tumbuhan rawan punah.
“Status konservasi: Least Concern (LC) termasuk spesies dengan tingkat resiko rendah atau bukan termasuk spesies yang terancam punah, ” ujar Saldi melalui pesan tertulis.
BKSDA, kata Saldi, akan melakukan reaksi penyelamatan sesuai standar SOP jika bunga yang ditemukan masuk kategori terancam punah.







































































