Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Betoambari Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra), mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Baubau.
Cuaca ekstrem tersebut menurut data yang dihumpun BMKG Baubau diperkirakan berlangsung hingga seminggu ke depan. BMKG memprediksi hujan sedang disertai petir hingga angin kencang akan sering terjadi.
“Untuk beberapa hari kedepan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang, ” Kata Kepala BMKG Baubau, Hadi Setiawan STr.Met, dihubungi Sabtu (8/2/2025).
Hadi mengatakan, kondisi cuaca yang perlu diwaspadai pada bulan ini adalah angin kencang. BMKG mencatat saat ini angin bertiup kencang dengan kecepatan rata-rata 10 sampai dengan 20 knot atau 40 kilometer per jam. Nilai ini dapat dikategorikan sebagai Angin kencang atau cuaca ekstrem.
Kata Hadi, kecepatan angin tersebut berpengaruh terhadap gelombang di perairan Baubau, dengan ketinggian gelombang rata rata 1.25 ampai 2.5 meter.
Melihat fenomena tersebut. Kepala BMKG Baubau, Hadi, mengingatkan masyarakat, khusunya nelayan untuk selalu wasapada ketika melaut.
Sebelumnya cuaca ekstrim berupa angin kencang sempat melanda wilayah Baubau, tepatnya pada Kamis (6/2/2025). Akibatnya, sejumlah pohon dan tiang listrik tumbang. Hal ini membuat listrik area Baubau mengalami pemadaman.
Tidak hanya itu, dampak dari angin kencang itu membuat beberapa atap rumah warga beterbangan. Kemudian seorang warga Kelurahan Sulaa, Kota Baubau yang pergi memancing di perairan Topa dilaporkan meninggal dunia saat hendak pulang.
Diketahui, saat itu kecepatan angin diatas 35 knot atau 70 kilometer per jam. Kecepatan angin tersebut diluar dari biasanya yang rata-rata mencapai 10-15 knot.







































































