Perahu Terbalik di Perairan Topa, Satu Pemancing Meninggal dan Satu Selamat

- Jurnalis

Jumat, 7 Februari 2025 - 17:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baubau – Perahu warga Baubau terbalik dihantam ombak saat hendak pulang mancing di sekitaran perairan Topa, Kota Baubau. Akibatnya, seorang Warga Topa, Kelurahan Sulaa, Kota Baubau, bernama Iksan (26) meninggal dunia.

Sedangkan satu warga lainnya, Doni (28) dilaporkan Selamat dalam peristiwa yang terjadi pada Kamis (6/2/2025) malam tersebut.

Informasi yang dihimpun, musibah itu bermula saat korban bersama empat rekannya berangkat memancing, diantaranya Iksan (Alm), Doni, Alwan, Amal dan Angga.

Mereka mulai berangkat dari daratan Topa menuju perairan Topa, Kelurahan Sulaa, Kota Baubau, sekitar pukul 17.00 Wita. Jarak daratan dengan lokasi pemancingan relatif tidak jauh (sekitaran TPI Topa).

Untuk berangkat memancing, perahu yang digunakan ada tiga. Posisinya, Doni dan korban duduk satu perahu, sementara tiga rekannya yang lain menggunakan dua perahu yang berbeda.

“Ini bukan kali pertama. Memang hobi kami itu kalau bukan olahraga, paling mancing sama-sama terus,” kata Doni, rekan mancing korban.

Tiba dilokasi, merekapun memancing. Tak berselang lama atau sekitar satu jam memancing, mereka memutuskan untuk pulang karena dirasa sudah cukup dan ditambah cuaca yang mulai tidak bersahabat, air lautpun mulai berombak. Akhirnya satu persatu perahu rekannya mulai pulang, sementara mereka berada di belakang.

Saat hendak pulang inilah musibah terjadi, perahu yang ditumpangi Doni dan korban terbalik. “Sebenarnya belum langsung terbalik saat dihantam ombak itu. Tapi mungkin almarhum panik, akhirnya korban langsung terjun ke laut, sehingga perahu langsung terbalik, ” ujar Doni.

Baca Juga :  Sempat Divonis Bebas, Tiga Terdakwa Korupsi Pasar Palabusa Kembali Dibui

Kondisi yang mereka alami ini tidak segera diketahui oleh rekan-rekannya, karena posisi mereka paling belakang ditambah kondisi malam yang gelap.

Maka karena perahunya sudah terbalik, sehingga korban berusaha mencapai daratan dengan berenang. Sementara Doni masih berada di perahu yang terbalik.

Melihat korban yang berenang, Donipun sempat memanggil untuk kembali dan berpegangan ke perahu yang kondisinya masih terbalik. Sebab Doni ragu korban tidak akan mampu untuk mencapai daratan dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat pada malam itu.

“Memang agak dekat daratan sama posisi terbaliknya perahu. Tapi saya ragu dengan kondisnya yang panik dan arus,” katanya.

Keraguan Doni akhirnya terbukti, tak lama setelah itu korban memanggilnya meminta pertolongan. “Mungkin karena almarhum sudah capek berenang, dia panggil saya, Don tolong Don,” katanya.

Mendengar itu, Doni kemudian membawakan ember kepada korban untuk menjadi pegangan. Mereka berduapun silih berganti menggunakan ember sebagai pegangan sembari menghimpun tenaga.

Tapi sayang, sekali lagi, korban meninggalkan ember dan memilih berenang untuk sampai kedaratan.

“Karena ember terisi air dan tenggelam, akhirnya almarhum kembali lagi berenang. Sepertinya almarhum ingin sekali cepat tiba di daratan dengan kondisinya yang panik. Sementara saya tuang kembali isi air di ember, lalu berpegangan kembali,” katanya.

Melihat korban yang sudah sudah tidak bertenaga untuk berenang, lagi-lagi Doni berupaya untuk membantu korban. Doni memilih melepaskan ember dan memapah korban didadanya sembari berenang.

Baca Juga :  Nakes di Baubau Dilatih Tangani Korban PPA, Distabilitas dan Trafficking

“Saya kasih sandar didadaku baru saya pegang lehernya pertahankan area mukanya tetap berada diatas supaya tidak ada air yang masuk dimulutnya,” ujar Doni.

Beberapa saat kemudian, korban merasa kondisinya mulai stabil dan memutuskan untuk kembali berenang. Untuk berenang kembali, korban melakukan ancang-ancang tolakan ditubuh Doni, akibatnya Doni sedikit goyah, hal itu berpengaruh terhadap kesadarannya.

“Bisami ini bang Don. Lalu almarhum lepas tanganku dan tindis bagian kepalaku, di jadikan tolakan. Sehingga saya sudah setengah sadarmi. Karena pas ditindis itu banyak minta saya minum air laut,” katanya.

Dari sini, Doni sudah tidak mengetahui lagi kondisi sahabatnya itu. Ia berupaya untuk menyelamatkan dirinya ditengah energinya sudah terkuras. Beruntung ada warga yang berada di dermaga TPI melihatnya, Doni pun tertolong, sementara Iksan dikabarkan meninggal dunia.

Kepala Pos SAR Baubau, Hasruddin ERE, melalui Staff Operasi Pos SAR Baubau, Gusman membenarkan kejadian tersebut.

Setelah mendapat laporkan warga, kata dia, pihaknya langsung menunju ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pertolongan pertama kepada korban.

“Kita lakukan RGP, pertolongan pertama kepada korban. Setelah itu korban di bwah ke RSUD Faga untuk mendapatkan perawatan medis selanjutnya,” kata Gusman, ditemui di Pos Sar Baubau.

Berita Terkait

Bang Jay Serahkan Bantuan Alsintan, Bentuk Perhatian Sektor Pertanian
Kerukunan Keluarga Pulau Binongko Rayakan Hari Jadi Ke- 29
Warga Binaan Lapas Baubau Nobar Film Edukasi
Kepala Lapas Baubau Ikut Serta Dalam Pemusnahan Barang Bukti di Kejari
Warga Binaan Lapas Baubau Ikuti Ujian Penyetaraan Paket C di Balik Jeruji
Pimpin Apel Perdana Pasca Lebaran, Walikota Baubau Tegaskan Komitmen Bangun Daerah
Sempat Hilang, Nelayan Baubau Ditemukan Meninggal
Lapas Baubau Gandeng Unidayan Wujudkan Pendidikan dan Kemandirian WBP

Berita Terkait

Selasa, 3 Juni 2025 - 14:35 WITA

Bang Jay Serahkan Bantuan Alsintan, Bentuk Perhatian Sektor Pertanian

Selasa, 3 Juni 2025 - 13:57 WITA

Kerukunan Keluarga Pulau Binongko Rayakan Hari Jadi Ke- 29

Senin, 19 Mei 2025 - 17:31 WITA

Warga Binaan Lapas Baubau Nobar Film Edukasi

Jumat, 9 Mei 2025 - 06:52 WITA

Kepala Lapas Baubau Ikut Serta Dalam Pemusnahan Barang Bukti di Kejari

Sabtu, 3 Mei 2025 - 19:30 WITA

Warga Binaan Lapas Baubau Ikuti Ujian Penyetaraan Paket C di Balik Jeruji

Berita Terbaru

Buton

Pemkab Buton Komitmen Tingkatkan Layanan Publik

Selasa, 1 Jul 2025 - 06:59 WITA