Pemkab Buton Gelar Peringatan Isra Miraj, Momentum Tumbuhkan Nilai Keislaman

- Jurnalis

Sabtu, 1 Februari 2025 - 19:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasarwajo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton menggelar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1446 H/2025 M pada Kamis, (30/1/2025). Acara keagamaan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keislaman di kalangan masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Nurul Yaqin ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, Asnawi Jamaluddin, serta anggota Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton, Asisten, Staf, dan Kepala OPD Pemkab Buton.

Selain itu, hadir pula Camat Pasarwajo, Lurah, Kepala Desa, serta para ibu-ibu Majelis Ta’lim se-Kecamatan Pasarwajo.

“Peringatan Isra Miraj ini merupakan momen penting untuk mengingatkan kita tentang ajaran Nabi Muhammad SAW yang menjadi pedoman hidup dalam memperkuat nilai-nilai keislaman,” ujar Sekda Asnawi Jamaluddin.

Peringatan Isra Miraj kali ini tidak hanya sebagai acara seremonial, namun juga sarat dengan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ustaz Abdul Muhid yang diundang sebagai penceramah, mengangkat tema tentang makna Isra Mi’raj dan relevansinya dalam kehidupan modern.

Dalam ceramahnya, Ustaz Abdul Muhid menyampaikan pentingnya keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat, serta bagaimana umat Islam dapat mengambil hikmah dari perjalanan spiritual yang sangat mulia tersebut.

“Isra Miraj mengajarkan kita tentang kedekatan dengan Allah dan pentingnya ibadah dalam kehidupan sehari-hari,”ungkap Ustaz Abdul Muhid.

Diletahui, Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi salah satu bukti kebesaran Allah SWT.

Tak hanya bagi Rasulullah SAW, peristiwa Isra Miraj juga penting bagi seluruh umat Islam. Sebab, dalam peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah sholat dari Allah SWT.

Mengutip laman Nahdlatul Ulama (NU), Isra Miraj adalah peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjid Al Aqsa. Kemudian Nabi Muhammad SAW dibawa ke langit ketujuh untuk diperlihatkan sebagian dari kebesaran Allah SWT. Beliau juga mendapat perintah sholat lima waktu dari Allah ayat. Peristiwa Isra Miraj telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al Quran surat Al-Isra ayat 1.

Perlu diketahui, Isra Miraj merupakan penggabungan dua peristiwa. Isra dimaknai dengan perjalanan malam hari yang dilaksanakan Rasulullah SAW dari Makkah menuju Baitul Maqdis (Masjid Al Aqsa).

Sementara itu, Miraj merupakan persitiwa di mana Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Al Aqsa melewati langit ketujuh menuju Sidratul Muntaha. Peristiwa Miraj ini yang nantinya memunculkan perintah sholat lima waktu bagi umat muslim.

Baca Juga :  Rotasi Jabatan di Pemkab Buton Tunggu Izin Kemendagri

Peristiwa Isra Miraj terjadi pada 27 Rajab tahun 10 kenabian. Kala itu, Rasulullah SAW sedang berbaring di kamarnya, lalu tiba-tiba malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil mendatanginya.

Kemudian Nabi Muhammad SAW dibawa oleh para malaikat menuju Sumur Zam-zam. Di sana, malaikat Jibril membelah dada Rasulullah SAW dan membersihkannya menggunakan air zam-zam. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan beliau sebelum dibawa melihat sesuatu yang luar biasa.

Mengutip buku Isra Miraj dan Kisah 25 Nabi-Rasul oleh Winkanda Satria Putra, Rasulullah SAW kemudian pergi dari Masjidil Haram menuju Masjid Al Aqsa dengan menggunakan Buraq. Setibanya di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW menambatkan Buraq-nya, lalu mendirikan sholat dua rakaat. Beliau menjadi imam di mana makmumnya adalah para nabi dan malaikat Allah SWT.

Setelah itu, Rasulullah SAW bersama malaikat Jibril diajak pergi ke langit ketujuh. Di setiap lapisan langit, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu. Berikut ringkasannya:

Kisah di Langkit Pertama
Di langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan laki-laki berbadan tinggi mencapai 60 siku ke langit (sekitar 27 meter). Saat menoleh ke kanan laki-laki itu tersenyum, namun saat melihat ke sebelah kiri ia menangis.

“Selamat bertemu wahai anak yang soleh dan nabi yang soleh,” kata laki-laki tersebut saat melihat Nabi Muhammad SAW.

“Siapakah dia,” tanya Nabi Muhammad SAW.

Ia ternyata adalah Nabi Adam AS yang merupakan nabi dan manusia pertama di dunia. Ada alasan mengapa Nabi Adam AS tersenyum dan menangis.

Saat melihat ke sebelah kanan, ia melihat keturunannya yang masuk surga. Sementara saat melihat ke sebelah kiri, ia melihat keturunannya yang masuk neraka.

Kisah di Langit Kedua
Saat tiba di langit kedua Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS. Di sana, Rasulullah SAW disapa “Selamat datang wahai saudaraku yang saleh.”

Kisah di Langit Ketiga
Setibanya di langit ketiga, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Saat itu, Rasulullah SAW mengatakan bahwa benar ia telah diwarisi setengah kegagahan dunia.

Kisah di Langit Keempat
Di langit keempat, Rasulullah SAW bertemu dengan nabi yang pertama kali menulis menggunakan pena dan menjahit pakaian, yaitu Nabi Idris AS.

“Selamat datang saudaraku, nabi yang saleh,” sambut Nabi Idris AS kepada Rasulullah SAW.

Kisah di Langit Kelima
Sesampainya di langit kelima, Rasulullah SAW kemudian bertemu dengan Nabi Harun AS.

Baca Juga :  Dishub Buton Awasi Ketat Muatan Angkutan Umum

“Selamat bertemu wahai Nabi yang saleh dan saudaraku yang saleh,” ucap Nabi Harun AS.

Kisah di Langit Keenam
Di langit keenam Rasulullah SAW disambut oleh Nabi Musa AS.

“Selamat bertemu wahai nabi saleh dan saudaraku yang saleh,” kata Nabi Musa AS.

Kisah di Langit Ketujuh
Setibanya di langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan laki-laki tua yang sedang bersandar di Baitul Makmur. Beliau menanyakan siapakah laki-laki yang bersandar itu, ternyata ia adalah Nabi Ibrahim AS.

Baitul Makmur merupakan tempat tawaf para malaikat yang setiap harinya dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat.

Kisah Rasulullah SAW di Langit Ketujuh
Saat berada di langit ketujuh, Rasulullah SAW ingin naik satu tingkatan langit lagi. Namun, malaikat Jibril tidak bisa mengantarkannya lebih jauh lagi.

Lalu naiklah Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha, yakni sebuah tempat di atas langit ketujuh dan di dekatnya ada surga. Keindahan Sidratul Muntaha tak bisa digambarkan, bahkan Rasulullah SAW sampai terkagum-kagum melihatnya.

Ketika berada di Sidratul Muntaha, Allah SWT berbicara kepada Nabi Muhammad SAW tanpa perantara. Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah SAW untuk mengerjakan sholat.

Pada awalnya, Allah SWT memerintahkan untuk melaksanakan sholat 50 waktu dalam sehari semalam. Lalu Rasulullah SAW turun dari Sidratul Muntaha dan bertemu Nabi Musa di langit keenam.

Kemudian Nabi Musa bertanya kepada Rasulullah SAW “Apa yang dikatakan oleh Allah SWT untukmu?” Lalu beliau menjawab “Sholat 50 waktu dalam sehari semalam.”

Kemudian Nabi Musa menjawab “Kembalilah dan minta keringanan kepada tuhanmu, karena sungguh umatmu lemah dan tidak akan sanggup melakukannya.”

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW kembali menemui Allah SWT untuk meminta keringanan. Allah SWT kemudian mengurangi waktu sholat sebanyak lima bilangan.

Setelah itu Rasulullah SAW kembali turun dan bertemu Nabi Musa untuk menceritakannya lagi. Lalu, Nabi Musa menyarankan kepada beliau untuk memohon lagi pengurangan jumlah waktu sholat kepada Allah SWT.

Allah SWT kembali mengurangi waktu sholat, namun jumlahnya masih terbilang banyak. Akhirnya Rasulullah SAW terus meminta keringanan sampai berkali-kali, dari yang awalnya 50 waktu lalu menjadi 5 waktu dalam sehari semalam.

Kala itu, peristiwa Isra Miraj sulit diterima akal sehat. Saat beliau menceritakan peristiwa tersebut dan memerintahkan sholat lima waktu kepada umatnya, banyak di antara mereka yang tidak percaya akan kebenaran tersebut. Namun, tak sedikit juga yang patuh dan melaksanakan sholat.

Berita Terkait

Tepis Isu Miring, PT Putindo Sebut MoU bersama Pemkab Buton Sah Menurut Hukum
Pemkab Buton Cegah Tindak Pidana Perdagangan Manusia dan KtPA
Pemkab Buton Komitmen Tingkatkan Layanan Publik
Bupati Buton Menari Mangaru di Pesta Adat Pidoana Kuri Wabula
Bupati Buton Lepas Atlet Kempo Menuju Kejurnas Shorinji Kempo 2025
Polres Buton Gelar Bakti Kesehatan Sambut Hari Bhayangkara
Serahkan SK CPNS Formasi 2024, Bupati Buton Tekankan Integritas dan Loyalitas
Pemkab Buton Kembali Sosialisasi Pembentukan KIM

Berita Terkait

Jumat, 12 September 2025 - 07:43 WITA

Tepis Isu Miring, PT Putindo Sebut MoU bersama Pemkab Buton Sah Menurut Hukum

Jumat, 11 Juli 2025 - 18:38 WITA

Pemkab Buton Cegah Tindak Pidana Perdagangan Manusia dan KtPA

Selasa, 1 Juli 2025 - 06:59 WITA

Pemkab Buton Komitmen Tingkatkan Layanan Publik

Rabu, 25 Juni 2025 - 14:00 WITA

Bupati Buton Menari Mangaru di Pesta Adat Pidoana Kuri Wabula

Rabu, 25 Juni 2025 - 11:05 WITA

Polres Buton Gelar Bakti Kesehatan Sambut Hari Bhayangkara

Berita Terbaru

Buton

Pemkab Buton Komitmen Tingkatkan Layanan Publik

Selasa, 1 Jul 2025 - 06:59 WITA