Kendari – Penjabat (Pj) Bupati Buton Selatan, Muhamad Ridwan Badallah menghadiri acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik se-Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2024. Acara ini berlangsung disalahsatu hotel di Kendari pada Kamis (19/12/2024).
Pj Bupati Buton Selatan, Ridwan Badallah hadir menggunakan setelan kemeja bewarna biru dengan corak batik. Ia duduk satu meja dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, La Ode Aswad.
Turut hadir pada acara tersebut, antara lain Sekda Sultra, Asrun yang mewakili Pj Gubernur Sultra. Kemudian Ketua Komisi Informasi Republik Indonesia, Dr. Donny Yoesgiantoro, Forkopimda Provinsi Sultra atau perwakilannya; Ketua DPRD Sultra; para bupati dan wali kota se-Provinsi Sultra, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemprov Sultra; Pimpinan Badan Publik Penyelenggara Pemilu se-Sultra; Pimpinan PPID Utama Kabupaten/Kota se-Sultra beserta jajaran. Serta pimpinan organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi.
Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik 2024 diselenggarakan oleh Komisi Informasi (KI) Sulawesi Tenggara. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) keterbukaan informasi publik di Sultra.
Penganugerahan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada badan publik yang konsisten menerapkan keterbukaan informasi sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Dalam kesempatannya, Sekda Sultra, Drs. Asrun Lio, menegaskan bahwa meskipun berbagai kemajuan telah dicapai dalam implementasi keterbukaan informasi publik di Sulawesi Tenggara, sejumlah tantangan masih perlu diatasi.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi, kata Asrun adalah penurunan partisipasi badan publik dalam monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang keterbukaan informasi publik juga menjadi kendala bagi beberapa badan publik.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, Sekda menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, Komisi Informasi, badan publik, dan masyarakat. Ia percaya bahwa dengan kerja sama semua pihak, keterbukaan informasi publik dapat diwujudkan secara optimal di Sulawesi Tenggara.
“Informasi ini terbuka bagi kita semua untuk melakukan perbaikan agar menjadi lebih baik lagi, karena peningkatan keterbukaan informasi publik adalah kunci untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” tambahnya.
Ketua Komisi Informasi RI, Dr. Donny Yoesgiantoro, dalam menyampaikan wacana perubahan kelembagaan Komisi Informasi, yang nantinya akan memiliki peran lebih strategis seperti KPU dan KPK.
“Komisi Informasi memiliki mandat untuk menyelesaikan sengketa informasi dan menetapkan standar layanan informasi publik melalui monitoring dan evaluasi (monev) serta indeks keterbukaan informasi publik,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam demokrasi, seraya mengapresiasi upaya badan publik yang terus meningkatkan pelayanan informasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Monitoring dan Evaluasi, Andi Ulil Amri, melaporkan tiga agenda utama Komisi Informasi se-Indonesia, yaitu Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP), apresiasi monev desa, serta monitoring dan evaluasi badan publik. Pada tahun ini, monev mencakup 102 badan publik yang terdiri dari 49 OPD Pemerintah Provinsi Sultra, 17 PPID Utama Kabupaten/Kota, dan 36 Badan Publik Penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu).

Pj Bupati Buton Selatan, Ridwan Badallah mengapresiasi kegiatan tersebut, kata dia Buton Selatan akan terus tumbuh dan berbenah dalam meningkatkan keterbukaan pelayanan informasi publik.
Acara ini diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada badan publik yang berprestasi dalam implementasi keterbukaan informasi publik.
Berikut adalah pemenang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024:
1. Kategori Badan Publik Penyelenggara Pemilu:
Terbaik ke-1: Bawaslu Prov. Sultra
Terbaik ke-2: Bawaslu Kota Kendari
Terbaik ke-3: Bawaslu Kabupaten Muna
2. Kategori Badan Publik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara:
Terbaik ke-1: Dinas Pariwisata
Terbaik ke-2: Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak Oputa Yii Koo
Terbaik ke-3: Bappeda
3. Kategori Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Kabupaten se-Sultra:
Terbaik ke-1: Kabupaten Bombana
Terbaik ke-2: Kabupaten Kolaka
Terbaik ke-3: Kabupaten Konawe Selatan
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas upaya badan publik dalam meningkatkan keterbukaan informasi dan pelayanan publik yang lebih baik.







































































