Pasarwajo – Memasuki musim penghujan sejumlah tanaman sangat rentan diserang hama, namun disi lain juga memberikan berkah kepada para petani lantaran tanaman yang ditanam tidak mengalami kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton, Ma’mul Djamal, mengakui saat musim hujan, terdapat sejumlah ancaman yang mengintai petani dalam memacu produksi. Salah satunya ancaman hama.
Menurutnya, tanaman pertanian sangat rawan terserang berbagai hama di musim hujan seperti sekarang, lantaran kelembapan terlalu tinggi. Dan tanaman hortikultura yang paling rawan terserang penyakit.
“Yang paling rawan saat musim hujan ini adalah tanaman hortikultura,” ungkap Ma’mul Djamal ditemui Selasa (18/12/2024).
Olehnya, instansinya melakukan mitigasi kesiapan agar para petani tidak banyak mengalami kerugian saat musim hujan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Disatu sisi, dia yakin para petani juga melakukan antisipasi, karena Desember hingga Januari merupakan siklus musim penghujan.
“Jika terjadi serangan hama penyakit pada tanaman, disarankan menggunakan pestisida nabati,” sarannya.
Ia juga menyarankan agar pengaturan waktu pola tanam harus diperhatikan. Secara teknis, dalam budidaya, yang mesti dilakukan dimulai dari pengolahan tanah perlu dibuatkan drainase sebagai saluran pembuangan air agar lancar.
Selain hama, ancaman lainnya adalah banjir jika curah hujannya berlebihan. Apabila Irigasi yang kurang baik atau lancar, tentu akan mengakibatkan air menggenangi area persawahan, sehingga berdampak pada gagal panen.
Contohnya yang terjadi di Desa Lasembangi, Kecamatan Lasalimu. Yang mana setiap kali musim penghujan, 230 hektar lahan sawah di daerah tersebut menjadi langganan terendam banjir. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun belakangan, dan hingga kini belum bisa diatasi. Akibatnya lahan tersebut terbengkalai.
Disinggung soal jumlah Kelompok Tani (Poktan) Di Buton, kata Mamul hingga saat ini jumlahya telah mencapai 400 Poktan. Dimana masing-masing Poktan berjumlah 20 orang.
“Ada beberapa yang tidak aktif. Tapi Lebih dominan Poktan yang aktif, ” katanya.







































































