Warga Baubau Temukan Bunga Bangkai di Dekat Makam

- Jurnalis

Kamis, 28 November 2024 - 06:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baubau – Warga Baubau terkejut dengan penemuan setangkai bunga bangkai yang tumbuh di area kompleks pemakaman keluarga Istana Kamali Baadia, Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bunga tersebut pertamakali ditemukan oleh La Ode Muhammad Rauda Manarfa (39), Jum’at (23/11/2024) sore, yang saat itu tengah berziarah dimakam kedua orang tuanya.

Dia mengatakan, letak bunga itu tidak jauh dari makam orang tuanya di kompleks pemakaman keluarga Istana Kamali Baadia. Saat ditemukan, kondisi bunga dalam keadaan dikelilingi lalat dan mengeluarkan aroma menyengat.

“Saya temukan bunga ini kemarin sore selepas berziarah ke makamnya mamaku dan bapaku. Saya melihat bunga ini terletak di Samping pohon Rapo-Rapo pada kompleks pemakaman Keluarga di Istana Kamali Baadia tampak berada di depan makam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Gubernur Sultra Resmikan Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Sembako di Baubau

Menurutnya, hingga kini kondisi bunga tersebut tampak tumbuh dengan baik di lokasi dekat pemakaman dan belum dijamah.

“Saya belum laporkan kepada pihak terkait. Saya berharap masyarakat yang menyaksikannya perlu melestarikan bunga tersebut, karena bunga ini langka sekalipun aromanya tidak sedap tetapi mekarnya bunga ini hanya berlangsung dalam waktu beberapa hari saja. Olehnya kesempatan menyaksikan bunga tersebut tidak akan berlangsung setiap hari, ” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Baubau, La Ode Kaida melalui Staf Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Baubau Saldi, mengatakan, bunga tersebut memang termasuk keluarga bunga bangkai, namun bukan jenis yang terancam punah.

Baca Juga :  Pererat Kemitraan, Kapolres Baubau Duduk Bersama Insan Pers

Dijelaskan, menurut kamus BKSDA, bunga tersebut bernama latin Armophopallus paeoniifolius atau Suweg. Spesies ini masih banyak ditemukan dilapangan, beda halnya dengan amorphophallus titanium yang masuk kategori tumbuhan rawan punah.

“Status konservasi: Least Concern (LC) termasuk spesies dengan tingkat resiko rendah atau bukan termasuk spesies yang terancam punah, ” ujar Saldi melalui pesan tertulis.

BKSDA, kata Saldi, akan melakukan reaksi penyelamatan sesuai standar SOP jika bunga yang ditemukan masuk kategori terancam punah.

Berita Terkait

Bang Jay Serahkan Bantuan Alsintan, Bentuk Perhatian Sektor Pertanian
Kerukunan Keluarga Pulau Binongko Rayakan Hari Jadi Ke- 29
Warga Binaan Lapas Baubau Nobar Film Edukasi
Kepala Lapas Baubau Ikut Serta Dalam Pemusnahan Barang Bukti di Kejari
Warga Binaan Lapas Baubau Ikuti Ujian Penyetaraan Paket C di Balik Jeruji
Pimpin Apel Perdana Pasca Lebaran, Walikota Baubau Tegaskan Komitmen Bangun Daerah
Sempat Hilang, Nelayan Baubau Ditemukan Meninggal
Lapas Baubau Gandeng Unidayan Wujudkan Pendidikan dan Kemandirian WBP

Berita Terkait

Selasa, 3 Juni 2025 - 14:35 WITA

Bang Jay Serahkan Bantuan Alsintan, Bentuk Perhatian Sektor Pertanian

Selasa, 3 Juni 2025 - 13:57 WITA

Kerukunan Keluarga Pulau Binongko Rayakan Hari Jadi Ke- 29

Senin, 19 Mei 2025 - 17:31 WITA

Warga Binaan Lapas Baubau Nobar Film Edukasi

Jumat, 9 Mei 2025 - 06:52 WITA

Kepala Lapas Baubau Ikut Serta Dalam Pemusnahan Barang Bukti di Kejari

Sabtu, 3 Mei 2025 - 19:30 WITA

Warga Binaan Lapas Baubau Ikuti Ujian Penyetaraan Paket C di Balik Jeruji

Berita Terbaru

Buton

Pemkab Buton Komitmen Tingkatkan Layanan Publik

Selasa, 1 Jul 2025 - 06:59 WITA