Menilik Tradisi Piharoano Ana-Ana Ngkaelu di Buton Selatan

- Jurnalis

Selasa, 16 Juli 2024 - 17:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batauga – Tradisi Piharoano Ana-Ana Ngkaelu atau secara harfiah mengandung makna memandikan dan memberi makan anak yatim piatu pada setiap 10 Muharam. Tradisi ini tetap dilestarikan oleh masyarakat di Pulau Buton, utamanya di wilayah Kabupaten Buton Selatan.

Tradisi itu sudah ada dan mulai dilakukan oleh masyarakat di Pulau Buton sejak 1500 tahun yang lalu. Tepatnya pada masuk dan menyebarnya ajaran agama Islam di wilayah Kesultanan Buton.

Dimana pada waktu itu, tradisi Piharoano Ana-Ana Ngkaelu dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui oleh orang banyak. Namun ada pula yang terkadang melakukannya secara terbuka.

Berbeda dengan pelaksanaan tradisi Piharoano Ana-Ana Ngkaelu pada masa lampau, hari ini tradisi itu sudah dilakukan secara terbuka. Dimana berlangsung di pelataran rumah La Ode Pasombala atau Wauwa Ngkarawu yaitu seorang setingkat penjabat pemerintahan pada masa Pemerintahan Kesultanan Buton.

Dengan jabatan sebagai Lakina Sampolawa yang dikenal pada masa kepemimpinannya, berhasil mengusir musuh-musuh Kesultanan Buton pada masa itu, salah satunya rombongan para bajak laut dari Tobelo.

Baca Juga :  Pemkab Busel Salurkan Bantuan Modal bagi 10 Kelompok Wanita Tani

Tradisi Piharoano Ana-Ana Ngkaelu memiliki tujuan meminta keselamatan anak-anak yatim-piatu agar mereka dapat memiliki kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Lahirnya tradisi itu bukan tanpa alasan, dimana Tradisi Piharoano Ana-Ana Ngkaelu mempunyai hikmah yang sesuai dengan ajaran agama Islam untuk selalu memperhatikan anak-anak yatim-piatu.

Umumnya, tradisi tersebut dimulai dengan memandikan anak-anak tersebut satu per satu yang dilakukan oleh para wanita dengan usia paruh baya yang mengenakan pakaian adat Buton.

Setelah itu, anak-anak yang telah dimandikan tersebut akan mengenakan pakaian mereka kembali dan dituntun menuju tempat berlangsung tradisi itu. Lazimnya, dilakukan di rumah atau lahan yang cukup luas.

Anak-anak kecil tersebut satu per satu maju dan duduk bersila di hadapan para tokoh adat untuk dimulai acara tradisi Piharoano Ana-Ana Ngkaelu. Kemudian akan disuap dengan beberapa menu makanan oleh wanita yang berpakaian baju adat Buton kepada anak-anak tadi satu persatu.

Baca Juga :  Pj Sekda Buton Selatan Berganti, Kini Resmi Dijabat La Ode Darusalam

Usai menyuapkan makanan, para wanita tersebut melanjutkan dengan membelai lembut kepala para anak-anak kecil tersebut dengan penuh kasih sayang. Tradisi itu, kerap dilakukan bersamaan dengan memperingati 10 Muharam pada setiap tahunnya.

“Tradisi Piharoano Ana-Ana Ngkaelu sedapat mungkin tidak hanya dilakukan ditempat ini tetapi kiranya bisa dilakukan secara pribadi di rumah-rumah masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Buton Selatan, La Ode Haerudin, Selasa (16/7/2024).

Diketahui, tradisi tersebut bukan hanya dikenal oleh masyarakat pada wilayah Kabupaten Buton melainkan di seluruh wilayah yang masuk kekuasaan Kesultanan Buton.

Hingga saat ini, aktivitas tersebut masih terus dilestarikan dan dilakukan oleh masyarakat Pulau Buton yang mana dalam bahasa Wolio tradisi tersebut dinamai dengan Pekandeana Ana-Ana Maelu. (Adv)

Berita Terkait

Dilantik Jadi Ketua IKMALTA, Marlan Ajak Perkuat Solidaritas
La Ode Hasruddin Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Buton Selatan Periode 2025-2030
Sambut Idul Adha, Pemkab Buton Selatan Siapkan 1200 Paket Sembako Murah
Kecamatan Lapandewa Resmi Menjadi Kampung Bawang Merah
Polsek Lapandewa Pantau Perayaan Kelulusan di SMAN 1, Cegah Aksi Konvoi Motor Ugal-ugalan
Kapolres Buton Hadiri Upacara Hari Pendidikan Nasional di Bumi Gajah Mada
Disdik Busel Gelar Ragam Lomba Sambut Hardiknas, Kepala Sekolah Hingga Murid Turut Adu Skill
Pemuda Lapandewa Apresiasi Kinerja Camat Sukman Efendi

Berita Terkait

Minggu, 1 Juni 2025 - 15:01 WITA

Dilantik Jadi Ketua IKMALTA, Marlan Ajak Perkuat Solidaritas

Selasa, 27 Mei 2025 - 16:37 WITA

La Ode Hasruddin Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Buton Selatan Periode 2025-2030

Minggu, 25 Mei 2025 - 22:03 WITA

Sambut Idul Adha, Pemkab Buton Selatan Siapkan 1200 Paket Sembako Murah

Selasa, 20 Mei 2025 - 20:46 WITA

Kecamatan Lapandewa Resmi Menjadi Kampung Bawang Merah

Selasa, 6 Mei 2025 - 09:04 WITA

Polsek Lapandewa Pantau Perayaan Kelulusan di SMAN 1, Cegah Aksi Konvoi Motor Ugal-ugalan

Berita Terbaru

Buton

Pemkab Buton Komitmen Tingkatkan Layanan Publik

Selasa, 1 Jul 2025 - 06:59 WITA