Pasarwajo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton terus berupaya menurunkan angka stunting dengan sejumlah upaya strategis. Hasilnya angka stunting di daerah penghasil aspal terbesar di Indonesia itu turun menjadi 16,79 persen di tahun 2023.
Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DPPKB ) Buton, Amruddin mengatakan pada 2022 lalu dari total 10.043 balita yang ditimbang, tercatat 1.751 atau 17,44 persen anak terkena stunting.
Sementara untuk tahun 2023, dari 9.659 balita yang ditimbang, terdapat 1.620 atau 16,79 persen anak masuk kategori stunting.
“Jumlah itu merupakan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buton saat kegiatan Desiminasi hasil audit kasus stunting” kata Amruddin.
Dikatakan, dilihat dari presentasenya, jumlah kasus stunting di Buton pada 2023 mengalami penurunan bila dibandingkan di tahun 2022.
Menurut Amiruddin penurunan tersebut merupakan kerjasama dari multipihak dan sektor baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Desa yang bergabung dalam tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Buton.
Khusus di DPPKB jelas Amruddin terdapat sejumlah program yang dilakukan dalam menurunkan stunting, diantaranya Bina Keluarga Balita Kit (BKB Kit), Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), dan mini lokakarya stunting.
“Kalau untuk strategi masing-masing lembaga kan beda-beda, kalau di DPPKB diantaranya ada BKB Kit, Daehat dan mini lokakarya,” ujarnya.
Dengan upaya yang telah dilakukan, Ia berharap target prevelensi stunting 14 persen di tahun 2024 bisa tercapai.







































































