Pasarwajo – Sejumlah sopir lintas Kamaru Baubau mengeluhkan pendapatannya yang mengalami penurunan drastis. Kondisi ini telah berlangsung sekira setahun lebih.
Salah seorang supir mobil line Kamaru- Baubau, Iton (28), mengatakan, sebelumnya dalam sehari dirinya bisa menghasilkan Rp 300 ribu dalam sehari. Namun belakangan ini pendapatannnya turun menjadi Rp 100 ribu per hari.
“Biasanya itu bersihnya Rp 300 ribu dalam sehari. Sekarang ini rata-rata Rp 100 ribu,” ujar Iton.
Menurut Iton, salahsatu faktor penurunan pendapatan tersebut disebabkan karena menurunnya jumlah penumpang dari Feri ASDP rute Wakatobi-Kamaru.
“Penumpang kami kebanyakan dari Feri. Tapi sekarang ini jumlahnya sudah berkurang dibanding tahun lalu,” ujar Iton.
Sopir lainnya, Metal (40) menambahkan, kurangnya penumpang Feri ini ditenggarai beroperasinya Kapal cepat Cantika yang melayani rute Pasarwajo-Wakatobi.
“Kemungkinan karena kapal Cantika. Banyak penumpang memilih naik kapal Cantika yang di Pasarwajo. Karena memang ongkos mobil penumpang di Pasarwajo lebih murah di banding Kamaru,” kata Metal.
Saat ini, kata Metal, sewa penumpang dari Baubau ke Kamaru Rp 80 ribu per orang, sentara Baubau ke Pasarwajo Rp 60 ribu per orang.
Akibat penurunan pendapatan tersebut, para sopir mengaku kesulitan mencukupi kebutuhan keluarga. Mereka berharap Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dapat mencarikan solusi.







































































