Dinas Pertanian Buton Minta Petani Waspadai Kemunculan Hama saat Musim Hujan

- Jurnalis

Selasa, 17 Desember 2024 - 22:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ma'mul Djamal

Ma'mul Djamal

Pasarwajo – Memasuki musim penghujan sejumlah tanaman sangat rentan diserang hama, namun disi lain juga memberikan berkah kepada para petani lantaran tanaman yang ditanam tidak mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton, Ma’mul Djamal, mengakui saat musim hujan, terdapat sejumlah ancaman yang mengintai petani dalam memacu produksi. Salah satunya ancaman hama.

Menurutnya, tanaman pertanian sangat rawan terserang berbagai hama di musim hujan seperti sekarang, lantaran kelembapan terlalu tinggi. Dan tanaman hortikultura yang paling rawan terserang penyakit.

“Yang paling rawan saat musim hujan ini adalah tanaman hortikultura,” ungkap Ma’mul Djamal ditemui Selasa (18/12/2024).

Olehnya, instansinya melakukan mitigasi kesiapan agar para petani tidak banyak mengalami kerugian saat musim hujan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Disatu sisi, dia yakin para petani juga melakukan antisipasi, karena Desember hingga Januari merupakan siklus musim penghujan.

Baca Juga :  Dukung Percepatan Penanggulangan Stunting, Organisasi Perempuan Buton Salurkan Bantuan

“Jika terjadi serangan hama penyakit pada tanaman, disarankan menggunakan pestisida nabati,” sarannya.

Ia juga menyarankan agar pengaturan waktu pola tanam harus diperhatikan. Secara teknis, dalam budidaya, yang mesti dilakukan dimulai dari pengolahan tanah perlu dibuatkan drainase sebagai saluran pembuangan air agar lancar.

Selain hama, ancaman lainnya adalah banjir jika curah hujannya berlebihan. Apabila Irigasi yang kurang baik atau lancar, tentu akan mengakibatkan air menggenangi area persawahan, sehingga berdampak pada gagal panen.

Baca Juga :  Tutup Tahun 2024, 36 Personil Polres Buton Naik Pangkat

Contohnya yang terjadi di Desa Lasembangi, Kecamatan Lasalimu. Yang mana setiap kali musim penghujan, 230 hektar lahan sawah di daerah tersebut menjadi langganan terendam banjir. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun belakangan, dan hingga kini belum bisa diatasi. Akibatnya lahan tersebut terbengkalai.

Disinggung soal jumlah Kelompok Tani (Poktan) Di Buton, kata Mamul hingga saat ini jumlahya telah mencapai 400 Poktan. Dimana masing-masing Poktan berjumlah 20 orang.

“Ada beberapa yang tidak aktif. Tapi Lebih dominan Poktan yang aktif, ” katanya.

Berita Terkait

Satgas TMMD Kodim 1413/Buton Genjot Pembangunan MCK Demi Sanitasi Berkualitas
Rehabilitasi Jalan TMMD Desa Labuandiri Dikebut, Akses Jalan Warga Kian Terbuka
Pimpin Upacara Pembukaan TMMD ke 129, Bupati Buton Serukan Perkuat Sinergi Membangun Negeri dari Desa
Tepis Isu Miring, PT Putindo Sebut MoU bersama Pemkab Buton Sah Menurut Hukum
Pemkab Buton Cegah Tindak Pidana Perdagangan Manusia dan KtPA
Pemkab Buton Komitmen Tingkatkan Layanan Publik
Bupati Buton Menari Mangaru di Pesta Adat Pidoana Kuri Wabula
Bupati Buton Lepas Atlet Kempo Menuju Kejurnas Shorinji Kempo 2025

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:47 WITA

Satgas TMMD Kodim 1413/Buton Genjot Pembangunan MCK Demi Sanitasi Berkualitas

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:34 WITA

Rehabilitasi Jalan TMMD Desa Labuandiri Dikebut, Akses Jalan Warga Kian Terbuka

Jumat, 12 September 2025 - 07:43 WITA

Tepis Isu Miring, PT Putindo Sebut MoU bersama Pemkab Buton Sah Menurut Hukum

Jumat, 11 Juli 2025 - 18:38 WITA

Pemkab Buton Cegah Tindak Pidana Perdagangan Manusia dan KtPA

Selasa, 1 Juli 2025 - 06:59 WITA

Pemkab Buton Komitmen Tingkatkan Layanan Publik

Berita Terbaru

Buton Selatan

BKPSDM Busel Lakukan Monitoring Disiplin ASN di Sejumlah OPD

Kamis, 3 Sep 2026 - 07:35 WITA