Batauga – Dinas Kesehatan (Dinkes) Buton Selatan (Busel) mencatat hingga Juli 2024, jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Aids di negeri gajah mada mencapai 19 kasus.
Hal itu dikatakan Kepala Dinkes Buton Selatan Dedi Hasriady. Jumlah tersebut kata Dedi mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 9 kasus.
“Sangat signifikan sekali kenaikanya. Persentasenya 111 persen. Angka ini masih dinamis, bisa berubah dan bertambah mengingat pendataannya masih Juli 2024, belum di perbaharui hingga Desember 2004,” katanya.
Dedi Hasriady, mengakui bahwa penambahan kasus HIV di Busel yang signifikan tersebut menciptakan situasi mengkhawatirkan ditengah masyarakat. Apalagi memang penderita HIV di Busel yang terdeteksi merupakan warga yang pulang setelah merantau atau melakukan perjalanan keluar daerah.
“Penyebaran virus ini biasanya melalui layanan prostitusi terselubung yang disediakan oleh para pekerja seks komersial (PSK) yang tidak terdeteksi. Jasa para pekerja ini biasa digunakan pria dewasa untuk melampiaskan hasrat seksualnya,” katanya.
Sebab itu, Dedy Hasriady menganjurkan untuk menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom. Meski begitu dia tidak membenarkan hubungan suami istri dilakukan diluar nikah.
Lebih lanjut dikatakan, untuk meredam laju pesebaran HIV/Aids di negeri gajah Mada, Pemkab Busel melalui Dinkes melakukan terobosan baru
yakni program Mobile voluntary Counseling Testing HIV AIDS Buton Selatan (M_VCT HAKOBUS), dimana pihaknya menyiapkan mobil yang akan berkeliling serta mengedukasi masyarakat tentang bahayanya Penyakit HIV Aids dan bagaimana cara menghadapinya.
“Masa inkubasi HIV Aids itu enam bulan dari awal penularan. Jadi mobil kelililing ini akan memberikan edukasi seperti itu termasuk cara penularan dan mengatasinya,” katanya.
Dedi berharap, bagi warga yang usai melakukan perjalanan luar daerah dalam kurun waktu lama, agar kiranya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Selain untuk mengetahui kondisi kesehatannya, pemeriksaan itu juga agar melindungi keluarganya jika terdeteksi HIV.
Selain HIV, Dedi juga mengingatkan warga Busel untuk mewasdai penyakit DBD dan diare yang meningkat disaat musim penghujan seperti saat ini. Apalagi penyakit tersebut telah menelan korban jiwa. ” Tahun ini ada satu warga yang meninggal karena DBD,” katanya.







































































