Batauga – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Batauga, Buton Selatan sukses mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dengan mengajarkan siswanya membuat makanan tradisional berbahan dasar Ubi.
Kepala SMPN 2 Batauga, La Ode Rasidin, menjelaskan, P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Program pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari lingkungan sekitarnya sebagai proses penguatan karakter dan kompetensinya.
Dikatakan, didalam P5 tersebut terdapat tiga tema, salahasatunya adalah kearifan lokal yang wajib dilaksanakan sekolah.
Melalui tema kearifan lokal ini, maka kemudian pihak SMPN 2 Batauga memanfaatkannya dengan mengenalkan serta mengajarkan seluruh peserta didiknya tentang cara mengolah makanan tradisional berbahan dasar Ubi yang dilaksanakan pada 24 Februari hingga 26 Februari 2025.
“Dari kegiatan yang dilakukan, kami cukup puas dengan hasilnya karena siswa berhasil membuat sejumlah makanan tradisoanl, mulai dari ka suami hingga onde – onde,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan siswanya dan keterampilan dalam mengolah makanan mentah hingga jadi. Kemudian lebih peduli terhadap pentingnya melestarikan makanan tradisional daerah di Indonesia.
Dia menambahkan, selain itu, pihaknya juga sukses melaksanakn program kegiatan keagamaan di bulan suci Ramadan yaitu pesantren kilat pada 6 hingga 8 Maret 2025.
Pada pesantren yang diikuti seluruh peserta didiknya yang berjumlah 82 orang itu, siswa diajarkan tentang pendalaman ilmu tadarus, praktek beribadah, sosial kemasyarakatan, dan pendalaman tentang kebersihan adalah sebagian dari iman.







































































