Batauga – Handphone atau ponsel genggam telah dilarang digunakan diruang kelas. Ini merupakan upaya pihak SMPN 1 Batauga dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Demikian dikatakan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Batauga, WA Ode Saniarti, ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (21/11/2024).
Ia mengaku jika larangan tersebut telah tertuang pada tata tertib sekolah berdasarkan hasil rapat komite. Dijelaskan, dalam Tatib itu, siswa dibolehkan membawa Heandphone (HP) hanya saja tidak sampai masuk ke ruang kelas. HP yang dimiliki siswa dititip kepada guru piket.
Namun demikian, penggunaan HP bisa diizinkan jika diperlukan dalam kondisi-kondisi tertentu. Walau begitu, penggunaannya tetap diawasi oleh guru.
“Misalnya pelajaran Bahasa Inggris yang memang perlu menggunakan Heandphone, maka itu siswa boleh bawa HP ke ruangan. Tapi saat pelajaran tersebut selesai maka dikumpul lagi oleh guru. Selanjutnya boleh di ambil siswa saat jam pulang, ” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, pertimbangan pihak sekolah mengeluarkan aturan tersebut karena guru banyak menemukan penyalahgunaan HP oleh siswa.
Pertimbangan lainnya adalah untuk meningkatkan konsentrasi siswa dalam menerima pelajaran, serta meminimalisir potensi pembulian.
Menurutnya, dari evaluasi yang dilakukan, hingga kini aturan tersebut berjalan baik dimana semua siswa memiliki kesadaran tinggi untuk mematuhinya. Kemudian siswa juga lebih fokus menerima pelajaran.
“Alhamdulillah semua siswa menyerahkan HPnya. Kondisi ini patut diapresiasi karena larangan ini untuk kepentingan siswa juga,” katanya.
Diharapkan seluruh murid SMPN 1 Batauga dapat menjadi pribadi yang lebih baik hingga mampu menorehkan prestasi.
Pelarangan siswa membawa HP ini memang sudah di terapkan di beberapa negara di Eropa, seperti di Yunani yang menganggap penggunaan HP disekolah dapat mengganggu proses belajar mengajar, negara Eropa lainnya yaitu Italia, Perancis dan Belanda.
Sementara di Asia ada negara Cina yang beranggapan larangan penggunaan HP untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap internet.
Kemudian untuk di Indonesia, larangan penggunaan HP sudah di lakukan di sejumlah daerah dan sekolah termasuk di SMPN 1 Batauga.







































































