Pasarwajo – Bupati dan Wakil Bupati Buton periode 2025-2030, Alvin Akawijaya Putra dan Syarifudin Saafa akhirnya tiba di Buton, Selasa(04/3/2025) sore. Alvin tiba dengan didampingi keluarga.
Kedatangan rombongan disambut meriah dengan pengalungan bunga dan tarian tradisional. Dalam penyambutan tersebut dihadiri oleh Sekda Buton, para asisten, para staf ahli, kepala OPD, para camat, para kepala bagian dan Direktur PDAM Buton. Nampak hadir pula para keluarga dari Alvin-Syarif dan sejumlah massa simpatisan.
Setibanya di Ibu Kota Kabupaten Buton, Pasarwajo. Nahkoda baru di Buton itu langsung menggelar buka bersama (Bukber) bersama masyarakatnya.
Saat dikonfirmasi, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya dan Syarifudin Saafa untuk memimpin Kabupaten Buton dalam lima tahun kedepan.
“Saya sangat senang sekali dan terharu dan tentu bangga terhadap masyarakat Kabupaten Buton yang telah menerima saya dan kakanda saya (Syarifudin Saafa -red), kami sangat tersanjung dengan antusiasme masyarakat yang telah menyambut kedatangan kami di Buton,” ujar Alvin.
Alvin menyatakan bersama Syarifudin Saafa, pihaknya akan fokus mempertajam visi misinya. Olehnya itu, ia meminta kepada seluruh OPD di lingkungan Pemkab Buton agar fokus pada visi misi Bupati dan Wakil Bupati yang menjadi skala prioritas.
“Nantinya kita akan fokus untuk mempertajam visi misi. Namun, untuk mendukung itu maka pertama yang akan kami lakukan rapat koordinasi bersama para kepala OPD untuk dapat menentukan skala prioritas,” katanya.
Lebih lanjut disampaikan, fokus utama yang akan dijalankan oleh pemerintahan Alvin-Syarif meliputi pembenahan infrastruktur dan selanjutnya akan melakukan sinkronisasi antara program pemerintah pusat dan daerah. Salah satunya adalah swasembada pangan.
“Kami akan mensinkronkan program kami yang ada di daerah dan pemerintah pusat, salah satunya adalah swasembada pangan. Insyaallah kedepan kami akan fokus pada ketahanan pangan karena kita di Buton banyak sekali lahan kosong yang tidak termanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Selanjutnya, jika komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan dengan baik maka pihaknya akan mengoptimalisasikan potensi aspal Buton di kancah nasional maupun internasional. Selain itu sektor pertanian dan perikanan juga akan menjadi program unggulan untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Buton.
Bupati termuda di Indonesia ini juga menyoroti pentingnya peningkatan akses internet di Daerah-daerah yang masih terisolasi.
“Kami akan berkomunikasi dengan kementerian terkait untuk meminta bantuan Komdigi dalam menyelesaikan masalah akses internet, mengingat ada 12 titik black spot dan 22 blank spot di wilayah kami,” ujarnya.







































































