Baubau – Bulan purnama yang diberi julukan Hunter Moon bakal menghiasi langit di wilayah Kepulauan Buton (Kepton) malam ini. Hunter moon aman disaksikan langsung.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Baubau, Hadi Setiawan, S.Tr. Mengatakan fenome hunter moon berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 16, 17 dan 18 Oktober 2024.
Hunter moon, kata Hadi dapat di saksikan pada malam ini, tepatnya 17 Oktober. Fenomena alam tersebut bisa disaksikan secara langsung mulai selepas maghrib hingga menjelang matahari terbit.
” Tidak berbahaya sama sekali jika disaksikan langsung, ” katanya.

Hadi menjelaskan, hunter moon merupakan bulan purnama, tetapi keceharannya tidak seperti bulan purnama biasanya, hunter moon ini menjadi bulan purnama terbesar yang terjadi sepanjang tahun ini, atau 15 persen lebih besar dari Bulan pada umumnya dan memiliki 30 persen cahaya lebih terang.
Hunter’s Moon merupakan istilah yang merujuk pada bulan purnama yang terjadi pada bulan Oktober. Nama ini berasal dari tradisi masyarakat pribumi Amerika yang menghubungkan bulan purnama ini dengan masa persiapan berburu menjelang musim dingin. Pada waktu tersebut, para pemburu memanfaatkan sinar terang bulan purnama untuk berburu hewan yang telah menggemukkan diri selama musim panas, agar mereka dapat bertahan menghadapi cuaca dingin.
Nama “Hunter’s Moon” berakar dari budaya asli Amerika yang erat dengan siklus alam. Setiap bulan purnama memiliki nama khusus yang mencerminkan aktivitas atau perubahan di alam. Bulan purnama di bulan Oktober disebut Hunter Moon, sementara bulan purnama lainnya memiliki sebutan khas seperti Supermoon, Harvest Moon (Bulan Panen), dan lainnya.







































































