Lagislator Tekankan BKKBN Segera Turunkan Angka Stunting

- Jurnalis

Kamis, 24 November 2022 - 02:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Anas Thahir menekankan kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) agar segera menurunkan angka stunting di Indonesia ke angka 14 persen pada 2024. Diketahui, angka stunting Indonesia pada tahun 2021 mencapai angka 24 persen. Sehingga, dibutuhkan kerja keras penurunan 10 persen hingga 2024 di angka 14 persen.

Hal itu disampaikan Anas pada Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan (Menkes) dan RDP dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam rangka Penyusunan RUU tentang Kesehatan.

“Padahal Presiden Jokowi bolak-balik mengatakan bahwa stunting ini harus mampu ditekan pada tahun 2024 sampai ke angka 14 persen. Artinya kita masih punya beban untuk menekan 10 persen dalam waktu 1,5 tahun. Rekor kita itu baru mampu menekan stunting itu 10 persen dalam waktu 6 tahun, Pak. 2013 sampai 2019 itu dari 37 persen menjadi 27 persen. Itu selama 6 tahun turun 10 persen, sekarang 10 persen harus ditekan selama 1,5 tahun, Pak,” ujar Anas Thahir di Ruang Rapat Baleg, DPR RI, Senayan, Jakarta (22/11/2022)

Baca Juga :  Pendaftaran Seleksi PPPK 2024 Dibuka 2 Periode,Menteri PANRB: Komitmen Pemerintah Tuntaskan Penataan Non-ASN

Politisi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan tersebut juga mengatakan bahwa dalam menurunkan angka stunting di Indonesia, tidak harus dengan mengeluarkan undang-undang baru. Sebab ia menilai hal itu tidak diperlukan untuk menekankan angka stunting. Menurutnya, BKKBN harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar dapat menekan angka 10 persen tersebut.

Baca Juga :  Tinjau Pasar Tanah Abang, Presiden Pastikan Aktivitas Perekonomian Sektor Riil Berjalan Baik

“Masak menurunkan stunting harus dengan undang-undang gitu lho? Yang akan dilakukan oleh BKKBN untuk memanfaatkan waktu yang hanya 1,5 tahun untuk menekan angka sampai 10 persen? Padahal toleransi WHO terhadap angka stunting setiap negara itu maksimal kan cuman 20 persen. Malu kita seharusnya kalau angka kita masih belum turun sampai di bawah 20 persen,” ujarnya dikutip dari laman resmi DPR RI.

Sebelumnya, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menunjukkan angka keberhasilan penurunan stunting dalam tiga tahun terakhir, yaitu 30,8 persen pada tahun 2018 menjadi 24,4 persen pada tahun 2021. Lalu, Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun dari menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

Berita Terkait

Hasil Sidang Isbat, Idul Adha Jatuh Pada 6 Juni 2025
Seleksi Kompetensi PPPK Tahap II Dimulai, Diikuti 863.993 Honorer 
Jelang Lebaran KPK Imbau Pejabat dan ASN Tolak dan Laporkan Gratifikasi
Pemerintah Percepat Pengangkatan CASN 2024, CPNS Paling Lambat Juni 2025 dan PPPK Oktober 2025
Kepala BKN Pastikan Penetapan NIP CPNS dan PPPK 2024 Terus Dilanjutkan
Alasan Menpan RB Tunda Pengangkatan CPNS 2024
Aparatur Negara Diimbau Segera Laporkan Harta Kekayaan
MK Putuskan Tolak Gugatan Pilkada Baubau

Berita Terkait

Rabu, 28 Mei 2025 - 18:10 WITA

Hasil Sidang Isbat, Idul Adha Jatuh Pada 6 Juni 2025

Selasa, 22 April 2025 - 21:57 WITA

Seleksi Kompetensi PPPK Tahap II Dimulai, Diikuti 863.993 Honorer 

Rabu, 19 Maret 2025 - 23:01 WITA

Jelang Lebaran KPK Imbau Pejabat dan ASN Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Selasa, 18 Maret 2025 - 07:18 WITA

Pemerintah Percepat Pengangkatan CASN 2024, CPNS Paling Lambat Juni 2025 dan PPPK Oktober 2025

Senin, 10 Maret 2025 - 23:51 WITA

Kepala BKN Pastikan Penetapan NIP CPNS dan PPPK 2024 Terus Dilanjutkan

Berita Terbaru

Buton

Pemkab Buton Komitmen Tingkatkan Layanan Publik

Selasa, 1 Jul 2025 - 06:59 WITA