Pasarwajo – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton, Ridwan Saifun, mengatakan, pihaknya saat ini menangani dua kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Desember 2024. Kedua pasien sudah ditangani sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Dua pasien anak kasus DBD. Satu pasien dari Desa Banabungi kemudian yang kedua dari Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo, ” katanya.
Dikatakan, dalam perkembangannya, saat ini, satu pasien yang berasal dari Kelurahan Takimpo sudah dipulangkan dengan kondisi sembuh, sementara satu pasien lainnya masih mendapatkan perawatan dari tenaga medis di RSUD Buton.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Buton untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran DBD dan pembasmian nyamuk aedes aegypti menggunakan fogging di wilayah sekitar kediaman pasien DBD.
Ia mengatakan, meski angka kasus DBD yang ditangani RSUD Buton cenderung masih rendah, namun pihaknya menghimbau masyarakat untuk mewaspadai DBD, mengingat nyamuk DBD mudah berkembang di cuaca pancaroba dan musim penghujan seperti saat ini.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Buton, dari Januari hingga Oktober 2024, jumlah kasus DBD di Buton sebanyak 97 kasus. Dari data tersebut, paling banyak ditemukan di Februari dengan 42 kasus, disusul Januari dengan 19 kasus. Meski begitu, pada Desember 2024 cenderung mengalami penurunan.
Ridwan Saifun, mengajak masyarakat untuk mewaspadai DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan, menguras genangan air, mengubur barang-barang bekas, menutup tempat-tempat penampungan air, menggunakan bubuk abate pada bak mandi, serta menghindari gigitan nayamuk dengan menggunakan obat anti nyamuk.
Lebih lanjut dikatakan, selain DBD, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit diare yang biasanya meningkat pada musim penghujan.
“Biasanya kasus diare juga meningkat di musim penghujan seperti saat ini, Karena disamping nyamuk di musim hujan, ada juga lalat cukup banyak sehingga berpotensi juga menyebabkan diare pada anak. Yang rentan terkena diare itu umur balita. Pencegahannya harus hidup bersih, cuci tangan sebelum dan sesudah makan memakai sabun di air mengalir, ” ungkapnya.







































































